Reportase Bima

Terbaru

Kota Bima

Kabupaten Bima

Ad Placement

Pemerintah

Puisi profil

Jumat, 21 Agustus 2026

Bupati Bima Launching Tahapan Pilkades Serentak


Bima, Reportasebima.com.
Penarikan tirai papan informasi Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak secara bergelombang di Kabupaten Bima oleh Bupati Bima Ady Mahyudi yang hadir bersama Wakil Bupati dr. H. Irfan dan unsur Forum Koordinasi  Pimpinan Daerah (Forkopimda) kabupaten Bima di aula Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bima Jumat (21/08/2026)  menandai dimulainya seluruh tahapan Pilkades serentak di Kabupaten Bima.

Bupati Bima yang hadir  bersama  Sekda Adel Linggi Ardi, SE Inspektur Iwan Setiawan, SE, Asisten Pemerintahan dan Kesra Fathullah,S.Pd, para Kepala Perangkat Daerah dan Camat se-kabupaten Bima dalam arahannya kepada para kepala desa dan Ketua BPD yang menghadiri launching tersebut mengatakan, Pilkades yang akan dilaksanakan pada tahun 2027 ini merupakan yang pertama dalam kepemimpinan Ady Irfan. Langkah ini penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bermartabat dari tingkat desa, Kecamatan hingga tingkat kabupaten. 

"Kepala Desa terpilih nantinya harus mampu mengelola potensi desa, memperkuat pelayanan publik,  pemberdayaan masyarakat dan menghadirkan pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. 

Oleh karena itu, kepada panitia penyelenggara dan BPD agar menjaga netralitas, independensi dan profesionalisme. Laksanakan seluruh tahapan berdasarkan ketentuan yang berlaku dengan menjunjung tinggi kejujuran keadilan dan keterbukaan. 

Kepada aparat keamanan dan pemerintah Kecamatan, diminta untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dan mengantisipasi setiap potensi kerawanan sejak dini.
Terkait pendanaan seluruh tahapan Pilkades, Bupati memastikan kondisi keuangan pemerintah daerah mampu untuk membiayai tahapan demokrasi di tingkat desa tersebut. "Dana DAU kemungkinan untuk mendukung penyelenggaraan Pilkades Serentak Bergelombang di Kabupaten Bima". Jelas Bupati.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bima Drs. H. Masykur MM dalam laporannya memaparkan Sesuai amanat Perda Nomor 1 Tahun 2026 tentang tata cara pemilihan, pengangkatan dan pemberhentian kepala desa, penyelenggaraan Pilkades dilaksanakan oleh panitia pemilihan tingkat desa yang keanggotaannya terdiri dari unsur perangkat desa, tokoh masyarakat dan lembaga kemasyarakatan desa yang bertugas secara teknis operasional dalam penyelenggaraan pemilihan kepala desa di Desa 

Sementara pada tingkat kabupaten,  keanggotaannya terdiri unsur Forkopimda dan perangkat daerah terkait, bertugas menyusun perencanaan, pelaksanaan monitoring dan evaluasi dan fasilitasi penyelesaian sengketa yang dihadapi dalam Pilkades.

 Mengingat dinamika kerap muncul dalam beberapa tahapan Pilkades maka diperlukan sinergitas dan kerjasama semua pihak tidak hanya kepanitiaan tingkat desa tapi juga panitia tingkat kabupaten, aparat TNI polri serta kesadaran masyarakat yang berhak memilih untuk memilih pemimpin dengan sikap yang jujur dan adil". Harap H. Masykur.
Sebagaimana diketahui, pada gelombang I, Pilkades diselenggarakan bagi 57  kepala desa yang akan berakhir pada saat jabatan 25 Januari 2027 mendatang. Demikian halnya Pilkades Gelombang II tahun 2027 bagi Kades yang akan berakhir masa jabatannya tahun 2028 (Hy/Red).


Bupati Bima Dukung Pembangunan Pusat Dakwah Muhammadiyah


Bima, Reportasebima.com.
Kunjungan Bupati Bima Ady Mahyudi ke lokasi pembangunan infrastruktur gedung pusat kegiatan dakwah Muhammadiyah Kabupaten Bima di Desa Bre jalan lintas Dore - Talabiu kecamatan Palibelo Kamis 20 Agustus 2026 menegaskan kembali komitmen Pemerintah Kabupaten Bima dalam mendukung pembangunan infrastruktur penting bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat Kabupaten Bima tersebut.

Bupati Bima dalam momen Tancap Tiang Pertama Pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah Kamis (30/8) juga dihadiri Ketua Pimpinan Daerah  Muhammadiyah Kabupaten Bima Ust. H. Jubair S.Ag dan jajaran pimpinan daerah organisasi tersebut dalam sambutannya sesaat sebelum melakukan pengecoran  gedung dakwah mengungkapkan, "pemerintah daerah mengapresiasi keinginan keluarga Muhammadiyah untuk  mendirikan bangunan pusat dakwah. Pemerintah daerah akan mendukung penuh ikhtiar tersebut. Karena aspirasi dan harapan warga Muhammadiyah Kabupaten Bima juga menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Bima". Terangnya.

Terkait harapan Pimpinan Daerah Muhammadiyah agar aset tanah Pemkab Bima yang  lokasinya bersebelahan dengan gedung yang akan dibangun dapat dihibahkan, pada prinsipnya aspirasi tersebut dipertimbangkan dan menjadi perhatian pemerintah daerah namun terlebih dahulu tim appraisal makan survei untuk menentukan nilai aset dan bantuan tersebut diberikan kesehatan yang berlaku". Jelas Bupati.
Sementara itu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bima H. Jubair  mengungkapkan, kehadiran infrastruktur gedung dakwah Muhammadiyah yang didirikan di atas lahan  seluas 10 are dan berlantai tiga merupakan rahmat bagi perekonomi dan seluruh masyarakat. Dengan berdirinya gedung dakwah ini, ke depan dapat membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi di ibukota dan sekitar mengingat selain berfungsi sebagai tempat dakwah, juga dapat menjadi tempat  penginapan bagi para tamu". Jelas H. Jubair. (Fik/Red).



Kamis, 20 Agustus 2026

Bupati Bima : "Palibelo Istimewah Selalu di Hati"


Bima, Reportasebima.com.
Program Selasa Menyapa Sesi II Pemerintah Kabupaten Bima hadir di Desa Ragi dan Desa Teke, Kecamatan Palibelo, Rabu (19/8/2026). Kegiatan ini menghadirkan pelayanan publik sekaligus menjadi ruang promosi UMKM dan kreativitas masyarakat.
Bupati Bima Ady Mahyudi yang hadir bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Bima Ny. Murni Suciyanti dan Wakil Bupati dr.H. Irfan bersama Ketua GOW Ny. Anita H. Irfan saat Ngopi Bareng Pemuda Inspiratif di Lapangan Desa Teke mengapresiasi antusiasme masyarakat Palibelo.
“Alhamdulillah, kegiatan di Kecamatan Palibelo ini luar biasa dan masyarakatnya sangat antusias. Kami membawa banyak bantuan untuk masyarakat dan akan terus berlanjut sampai akhir masa tugas kami,” Ujarnya dalam sesi Ngopi Bareng yang turut dihadiri para pejabat eselon II, Kepala BNN Kabupaten Bima Budi Suryono, S.Sos., para kepala bagian lingkup sekretariat daerah, Camat Palibelo Kumara Jaya, S.STP., M.Si., unsur Muspika, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat serta para pejabat fungsional perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Bima.

Bupati juga menyampaikan rencana penganggaran pembangunan jalan tani untuk jembatan Tolo Ta’a Desa Teke, serta mengharapkan dukungan masyarakat agar pembangunan selama lima tahun dapat berjalan baik.

Sementara itu, Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy menyebut sambutan masyarakat Palibelo sangat istimewa.
“Palibelo ini istimewa di hati kami. Mari kita bergandengan tangan dan menggunakan seluruh energi untuk membangun Bima yang Bermartabat,” Ajak dr. Irfan.
Kegiatan Ngopi Bareng juga menghadirkan pelaku UMKM kuliner, keripik, kue kering dan tenun untuk memperkenalkan produk unggulan desa. Suasana semakin semarak dengan penampilan seni dan kreativitas pelajar dari sejumlah sekolah di Kecamatan Palibelo. ( Fik/Red)


Pemkab Bima Gelar Evaluasi LPPD Tahun 2025


Bima, Reportasebima.com.‎
Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EPPD) terhadap Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) Kabupaten Bima Tahun 2025 oleh tim Inspektorat Provinsi Nusa Tenggara Barat Rabu (19/8/2026) digelar di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Bima
Kegiatan Evaluasi tersebut dipimpin oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bima, Fatahullah, S.Pd dan mengundang kepala perangkat daerah beserta Kasubag Program dan Pelaporan masing-masing unit kerja. 

Fatahullah dalam arahannya mengatakan bahwa LPPD merupakan dokumen vital yang menjadi tolok ukur utama akuntabilitas, efektivitas, dan capaian kinerja pemerintah daerah dalam melayani masyarakat serta merealisasikan target pembangunan. 

"LPPD bukan sekadar laporan rutin tahunan, melainkan sarana evaluasi objektif atas capaian kinerja pemerintah daerah. Oleh karena itu, seluruh OPD wajib menyajikan data yang lengkap dan akurat." tegas Fatahullah di hadapan para peserta rapat.

Pertemuan evaluasi ini juga menjadi momen refleksi atas capaian nilai EPPD Kabupaten Bima pada tahun- sebelumnya. Oleh karena itu dirinya menekankan pentingnya akurasi data sebagai acuan dalam peningkatan pelayanan publik
Evaluasi dalam bentuk review  data dukung Perangkat Daerah oleh empat orang Tim dari Inspektorat Provinsi NTB, Heri Mulyono, S.Pd.,M.Ak, Pita Sofia, S.Akun, Ayunintia Kemalasari Putry, S.TP dan Henry Sayyidiman, ST. 

Heri Mulyono yang memimpin Tim memaparkam sejumlah tahapan krusial dalam penyusunan LPPD 2025. Salah satu fokus utama adalah integrasi data dari Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) yang dikelola oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) guna menjamin keterkaitan data antar sektor.
Penyusunan dokumen ini mencakup penilaian terhadap Capaian Kinerja Urusan Wajib dan Pilihan, Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Evaluasi Efektivitas dan Efisiensi. (Rif/Red).

Jumat, 14 Agustus 2026

Wabup Ikut Gerakan Penghijauan Tanam 500 Pohon Dukung Kelestarian Alam


Bima, Reportasebima.cpm.
Sebanyak 500 pohon disiapkan untuk mendukung gerakan penghijauan yang menjadi bagian dari kegiatan penanaman pohon serentak di wilayah Kabupaten Bima dalam rangka mendukung Program Asta cita presiden RI. 

Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, hadir dalam Kegiatan mengusung tema “Menanam Hari Ini, Melestarikan Bumi untuk Generasi",  yang berlangsung di Mako Polsek Soromandi, Jumat (14/8/2026). 

Selain Wakil Bupati Bima hadir pula Kapolres Bima AKBP M. Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H, Kapolsek Soromandi, Danramil Donggo, Camat Soromandi, unsur Kejaksaan Negeri Bima dan para kepala desa.

Wabup pada kesempatan tersebut mengungkapkan, penanaman pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga lingkungan.

“Sekitar 500 pohon kita tanam dan tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bima. Kita ingin memastikan daerah kita tetap sejuk karena pohon memiliki fungsi penting dalam melindungi alam,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi gerakan penghijauan yang dilaksanakan Polda NTB dan berharap kegiatan tersebut menjadi pemicu lahirnya gerakan serupa di tengah masyarakat.

Wabup juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bima melalui program Selasa Menyapa turut membawa 500 bibit pohon yang ditanam di masing-masing lokasi kegiatan tersebut.


“kita tentu berharap, kegiatan penghijauan ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah daerah dan aparat TNI-POLRI tetapi seluruh masyarakat bergerak bersama. Mari menanam, merawat dan jangan menebang pohon".  Ajaknya.

Sementara itu, Kapolres Bima AKBP M. Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan penanaman pohon secara serentak di seluruh Indonesia berdasarkan arahan Presiden RI Prabowo Subianto.

Kapolres berharap gerakan tersebut dapat diikuti instansi terkait dan terus dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor.

“Semoga terus berkolaborasi menjaga alam kita lebih baik dan memberikan manfaat bagi kita pribadi maupun masyarakat,” ujarnya. (Fik/Red).


Rabu, 12 Agustus 2026

Bupati Bima Hadiri Penutupan MTQ Ke 20 Tingkat Kecamatan Soromandi


Bima, Reportasebima.com.
Bupati Bima Ady Mahyudi, Rabu (12/08/2026) menutup secara resmi penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Ke-20 Tingkat Kecamatan Soromandi di Lapangan Desa Lewintana. 

Pada Musabaqah yang diikuti 45 orang  qari dan qariah dari 7 desa yang memperebutkan predikat juara pada tiga mata lomba yaitu Tartil, Tahfiz dan Tilawah tersebut, Bupati Bima menyerahkan secara simbolis hadiah kepada juara umum dan ditutup dengan lantunan suara Malhatun Toyyibah, (Desa Sai), Juara Umum MTQ XX Tingkat Kecamatan Soromandi Golongan Qariah remaja.  

Di hadapan tamu undangan dan para kafilah MTQ tingkat kecamatan Soromandi tersebut, Bupati Bima Ady Mahyudi secara khusus menyampaikan pesan akan pentingnya mendekatkan generasi muda dengan Al-Qur'an.
"Jangan biarkan generasi kita jauh dari Al-Quran, mari kita hidupkan kembali rumah-rumah Al-Qur'an, majelis ilmu dan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat. Dengan demikian, kita tidak hanya melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga generasi yang memiliki akhlak, integritas dan kepedulian terhadap sesama". Ujar Bupati.

Ditambahkan Bupati,  "Pemerintah Kabupaten Bima terus  berkomitmen untuk memperkuat pembangunan di bidang keagamaan. Kita ingin agar kegiatan MTQ tidak berhenti pada Musabaqah saja, tetapi menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membangun generasi Bima yang beriman, berkarakter berilmu dan berakhlak mulia. Untuk ini, Saya mengajak para orang tua, guru, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk terus memberikan perhatian terhadap pendidikan Al-Qur'an bagi anak-anak

Menutup sambutannya Bupati Ady Mahyudi mengajak semua elemen di kecamatan soromandi untuk menjadikan nilai-nilai Al-Quran sebagai perekat dalam membangun daerah. "Mari terus bangun Kabupaten Bima dengan semangat kebersamaan berlandaskan iman dan takwa serta menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dalam mewujukan masyarakat yang maju dan bermartabat".
Ujarnya di hadapan penutupan musabaqah yang turut dihadiri dihadiri anggota DPRD Kabupaten Bima Dapil i  Supardin, SH, Camat Soromandi Julkifli, SH., M. Hum, Muspika, para kepala desa, tokoh agama alim ulama dan tokoh masyarakat  setempat. (Red)

Jumat, 07 Agustus 2026

Yestia Elisa Siswi SMAN 2 Kota Bima Melangkah Ke Jambore Nasional Ke XII

Kota Bima, Reportasebima.com.
SABTU, (08/08/2026)— Kabar  membanggakan datang dari Pasukan Merah Pramuka SMAN 2 Kota Bima. Sekolah yang dikenal dengan semangat membangun karakter dan prestasi generasi muda ini mengutus YESTIAH ELISA NUR kelas X.2 salah satu siswi untuk menjadi bagian dari kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Bima pada Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Cibubur, Jakarta Timur.

Keikutsertaan YESTIAH ELISA NUR menjadi catatan istimewah bagi SMAN 2 Kota Bima. Di tengah ribuan Pramuka Penggalang dari berbagai penjuru Indonesia yang akan berkumpul dalam satu bumi perkemahan, satu nama dari SMAN 2 Kota Bima akan turut membawa nama baik sekolah dari Kota Bima ke panggung perkemahan nasional.

Berdasarkan surat Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bima Nomor 046 /2308/A tertanggal 4 Agustus 2026 tentang Penetapan Peserta Jamnas XII 2026, YESTIAH ELISA NUR ditetapkan sebagai salah satu peserta yang mewakili Kota Bima. Dalam dokumen penetapan peserta yang diterima sekolah, SMAN 2 Kota Bima tercatat mengirimkan satu peserta.

Jambore Nasional XII akan berlangsung pada Tgl 13–20 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur. Secara nasional, kegiatan ini menjadi pertemuan besar Pramuka Penggalang dari seluruh Indonesia. 

Kehadiran Yestiah Elisa Nur bukan sekadar perjalanan seorang pelajar menuju sebuah perkemahan. Ia membawa misi yang lebih besar: belajar, menempa kemandirian, memperluas persaudaraan, sekaligus memperkenalkan semangat generasi muda Kota Bima di tengah keberagaman Pramuka Indonesia.

Jamnas XII 2026 mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.” Tema tersebut menempatkan Pramuka bukan hanya sebagai kegiatan kepanduan, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran untuk membangun kreativitas, keterampilan, kemandirian, kepedulian terhadap lingkungan, dan semangat berkontribusi bagi bangsa.

Dalam surat izin yang diterbitkan SMAN 2 Kota Bima Nomor 742/420/RT/A/B/2026 tanggal 5 Agustus 2026, Kepala SMAN 2 Kota Bima, Hj. Erot Sutianah, S.Pd., M.Pd, memberikan izin kepada Yestiah Elisa Nur untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Jamnas XII 2026.

Yestiah Elisa Nur bersama peserta Jamnas dari Kota Bima dijadwalkan berangkat menuju Cibubur pada Tgl 09 Agustus 2026, setelah mengikuti prosesi pelepasan kontingen Kota Bima secara resmi oleh Wali Kota Bima di Kantor Wali Kota Bima.

Selama mengikuti kegiatan tersebut, Yestiah Elisa Nur memperoleh dispensasi dari kegiatan pembelajaran di sekolah. Meski demikian, ia tetap diharapkan dapat menyesuaikan dan menyelesaikan tugas-tugas pembelajaran yang diberikan oleh guru mata pelajaran.

Langkah Yestiah Elisa Nur ke Cibubur dengan demikian bukanlah langkah meninggalkan sekolah, melainkan membawa nama sekolah ke ruang pembelajaran yang lebih luas.

Di bawah naungan tunas kelapa, ia akan bertemu dengan anak-anak seusianya dari berbagai daerah. Mereka akan belajar bahwa Indonesia begitu luas, tetapi persaudaraan dapat membuatnya terasa dekat

Bagi SMAN 2 Kota Bima, keikutsertaan satu peserta pada Jamnas Nasional XII merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Yestiah Elisa Nur menjadi representasi kecil dari semangat besar sekolah dalam memberikan ruang kepada murid untuk tumbuh melalui pengalaman nyata.

Dari Kota Bima menuju Cibubur, perjalanan itu mungkin bermula dari satu langkah sederhana. Namun di balik langkah tersebut tersimpan doa guru, dukungan sekolah, harapan keluarga, serta kebanggaan seluruh warga SMAN 2 Kota Bima.

Ia berangkat bukan sekadar sebagai peserta. Ia berangkat sebagai pembawa nama SMAN 2 Kota Bima. Kelak ketika tenda-tenda Pramuka berdiri di Bumi Perkemahan Cibubur dan ribuan tunas muda berkumpul dalam satu semangat persaudaraan, pesan dari Umi Kepala mewakili warga SMAN 2 Kota Bima terdengar sederhana:

"Pergilah membawa nama baik sekolah. Belajarlah sebanyak - banyaknya. Pulanglah membawa pengalaman, persahabatan, dan kebanggaan.”

**SELAMAT MELANGKAH, YESTIAH ELISA NUR SISWI SMAN 2 KOTA BIMA UNTUK INDONESIA.** šŸ‡®šŸ‡©⚜️ (bfj)

Kontingen Pramuka Kabupaten Bima Tetap Ambil Bagian di Jambore Nasional Ke XII Tahun 2026

‎Bima, Reportasebima.com.
‎Pemerintah Kabupaten Bima secara resmi melepas kontingen Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Bima untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII yang akan berlangsung tanggal 14 hingga 21 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta. 

Acara pelepasan berlangsung di Aula Rapat Utama Kantor Bupati Bima pada Jumat (7/8/2026). dipimpin langsung oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bima, Fatahullah, S.Pd., yang hadir mewakili Bupati Bima.
‎Dalam sambutannya, Fatahullah menyampaikan pesan mendalam kepada para anggota kontingen agar senantiasa menjaga nama baik daerah, kesehatan, serta kekompakan selama berkegiatan di tingkat nasional.
‎ "Saya berpesan agar seluruh peserta menjaga kesehatan, kekompakan, menaati aturan, dan menghormati para pembina maupun sesama peserta. Tunjukkan sikap disiplin, santun, jujur, dan bertanggung jawab. Jadilah teladan yang mencerminkan nilai Satya dan Darma Pramuka di mana pun berada." Ujar Fatahullah.
‎Ia juga menekankan pentingnya menjaga citra positif Kabupaten Bima di mata peserta lain dari seluruh penjuru Nusantara.
‎"Kepada seluruh kontingen, saya titip nama baik Kabupaten Bima. Tunjukkan bahwa Pramuka Bima adalah pribadi yang kreatif, berprestasi, ramah, dan mampu menjalin persaudaraan erat," tambahnya.
‎Selain pelepasan kontingen, rangkaian acara ini juga dirangkaikan dengan pelantikan anggota Pramuka Garuda Golongan Penggalang. Fatahullah turut memberikan apresiasinya atas pencapaian tertinggi dalam jenjang Pramuka Penggalang tersebut.
‎"Pramuka Garuda merupakan capaian tertinggi melalui kerja keras dan kedisiplinan. Saya berharap prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berkarya, berprestasi, serta menginspirasi rekan-rekan lainnya," ungkapnya.
‎Sementara itu, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Bima, Wahyudin, S.Ag., dalam laporannya memaparkan bahwa total kontingen yang diberangkatkan berjumlah 53 orang.
‎Peserta Penggalang 40 orang (16 putra dan 24 putri), Pimpinan Kontingen 2 orang, Pembina Pendamping 5 orang, Peninjau (Andalan Cabang) 6 orang
‎Disela acara penyerahan Surat Keputusan (SK) pembentukan Satuan Karya (Saka) Gerakan Pramuka Anti Narkoba oleh Ketua Kwarcab Bima kepada Kepala BNN Kabupaten Bima sebagai bentuk komitmen bersinergi dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan generasi muda.
‎Acara pelepasan ini turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bima, jajaran pengurus Kwarcab, para pembina, kepala sekolah, serta para orang tua peserta.
‎Prosesi pelepasan ditutup dengan penyerahan bendera Pataka Pramuka Kabupaten Bima secara simbolis oleh Asisten I Setda Bima, Fatahullah, S.Pd., kepada Pimpinan Kontingen sebagai tanda resminya pengerahan dan keberangkatan kontingen Kwarcab Bima menuju Jamnas XII.(Rif/Red)

Dikes Kabupaten Bima Perkuat Sinergi Lewat Gelar Rakor ILP


Bima, Reportasebima.com.
Dalam upaya memperkuat sinergi lintas sektor dan lintas program, Dinas Kesehatan Kabupaten Bima mengadakan Rapat Koordinasi Penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) Kamis 6 Agustus 2026 di Rumah Dinning Santi, Kota Bima.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima Hj. Nurul Wahyuti, SE., MM saat membuka acara Rakor yang diikuti perwakilan lintas program Dinas Kesehatan, perangkat daerah terkait, Camat Bolo, pemerintah desa dari tiga desa lokus pilot project ILP di kec.Bolo, Kepala Puskesmas Bolo, serta perwakilan masing-masing klaster layanan ILP Puskesmas Bolo ini ditujukan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung implementasi ILP sebagai bagian dari Transformasi Layanan Primer.

Nurul Wahyuti dalam dalam arahannya menegaskan bahwa keberhasilan Integrasi Layanan Primer memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

"Implementasi ILP tidak dapat dilaksanakan oleh sektor kesehatan saja. Diperlukan komitmen dan sinergi pemerintah desa, kecamatan, perangkat daerah, puskesmas, kader, serta masyarakat agar pelayanan kesehatan primer semakin berkualitas, mudah diakses dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat". Tegasnya.

Agar program ini berjalan optimal, dirinya juga menekankan pentingnya penguatan Posyandu sebagai pusat layanan kesehatan terintegrasi di tingkat desa sesuai arah kebijakan Kementerian Kesehatan, sehingga pelayanan kesehatan dapat diberikan secara menyeluruh kepada seluruh kelompok sasaran dalam siklus hidup.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Ashadi Husen, SKM., M.HKes dalam laporannya   menyampaikan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk menyamakan persepsi, memperjelas peran, dan memperkuat komitmen bersama dalam mendukung implementasi ILP di tingkat puskesmas dan desa.

"Melalui rapat koordinasi ini diharapkan terbangun komitmen bersama lintas program dan lintas sektor dalam mendukung penerapan Integrasi Layanan Primer di Kabupaten Bima. Sinergi yang kuat menjadi kunci untuk mewujudkan pelayanan kesehatan primer yang terpadu, berkualitas, mudah diakses, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat". Jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan materi dari narasumber Dinas Kesehatan Kabupaten Bima dan Dr. Djuwaidin dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDES), yang menekankan pentingnya dukungan pemerintah desa dalam memperkuat kelembagaan Posyandu dan keberhasilan implementasi ILP. (Red)


Pemkab Bima Gelar Rakor Bahas Antisipasi Kekeringan dan Kebakaran Hutan


‎‎Bima, Reportasebima.com.
Pemerintah Kabupaten Bima melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan (KARHUTLA) Kamis (06/08) di Ruang Rapat BPBD. 

Rakor  yang ditujukan guna membahas database bencana, dampak fenomena kekeringan, hingga rencana kebutuhan darurat tersebut dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Drs. Agus Salim, M.Si, dan dampingi oleh Plt. Sekretaris BPBD, Hardiansyah, S.ST., M.Eng dan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, M. Nurul Huda, ST., MT. 
Dalam kesempatan tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs. Agus Salim, M.Si menekankan pentingnya langkah cepat, sigap, dan kolaboratif dari seluruh jajaran pemerintah hingga ke tingkat desa.
‎"Kami meminta seluruh kepala desa untuk mengimbau masyarakat serta menjaga wilayahnya masing-masing agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan di seluruh wilayah Kabupaten Bima. 

Pastikan kebutuhan masyarakat kita terpenuhi dan dilayani dengan baik terkait masalah kekeringan dan lahan kering ini. Selain itu, segera bentuk tim khusus agar kita bisa menyelesaikan permasalahan ini secara terpadu dan tuntas".  tegasnya.

Mengacu pada data Pusat Pengendalian p dan Operasi (Pusdalops) BPBD kabupaten Bima, potensi dan dampak Kekeringan di Kabupaten Bima dapat dilihat dari perubahan musim.

Memasuki musim kemarau tahun 2026 yang diperkuat oleh fenomena El NiƱo, Kabupaten Bima menghadapi potensi bencana kekeringan yang meluas di sejumlah wilayah. 
Bencana kekeringan berpotensi melanda 40 desa yang tersebar di 13 kecamatan, dengan estimasi populasi terdampak mencapai 8.665 KK atau 27.343 jiwa.

Untuk menangani kondisi darurat tersebut, BPBD bersama pihak terkait telah melakukan pengiriman bantuan air bersih ke wilayah terdampak.
‎Guna mengantisipasi dampak kekeringan yang kian memburuk, Rapat Koordinasi menyepakati sejumlah poin strategis dan pembagian peran antar-Perangkat Daerah 

Pemerintah Kabupaten Bima mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Masyarakat diminta melakukan langkah-langkah penghematan air secara bijak. Sementara itu, bagi para petani disarankan agar dapat menyesuaikan jadwal tanam serta beralih menggunakan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering. Rif/Red)

Kamis, 06 Agustus 2026

Ketua TP. PKK Kabupaten Bima Pimpin Rakor Posyandu Tahun 2026

Bima, Reportasebima.com.
Rapat Koordinasi Tim Pembina Posyandu Tingkat Kabupaten Bima Tahun 2026, mengangkat tema: "Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat" berlangsung Kamis 6 Agustus 2026 di aula Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bima.

Dalam Rakor yang turut dihadiri kepala DPMD Kabupaten Bima  Drs.H.Masykur MM, Kepala Dinas Kesehatan Hj. Nurul Wahyuti, SE., MM, Sekretaris Bappeda Dadang Erawan ST., ME, Camat Lambu Muaidin,. S.Pd, para Kabid di lingkungan DPMD dan para pejabat dari 6 Perangkat Daerah terkait, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Bima Ny. Murni Suciyanti Ady Mahyudi yang memimpin rapat tersebut menyampaikan sejumlah hal penting.
"Target kita bukan seratus persen Posyandu tersebut ada, tetapi seratus persen berfungsi. Pertama, Pastikan kegiatan Posyandu mengetahui masyarakat yang membutuhkan pelayanan dan kebutuhannya.  Kedua,  data terkait masyarakat yang dilayani harus diterjemahkan menjadi pelayanan dasar yang mudah diakses masyarakat. Disamping harus memiliki jalur tindak lanjut penyelesaian masalah yang jelas dan berjenjang, melalui Pemerintah desa, Kecamatan maupun Perangkat Daerah sesuai kewenangan". Terang Murni.
Dirinya menyadari kesibukan ibu-ibu dalam mengurus suami, anak dan mencari nafkah.
Di tengah kesibukan tersebut banyak sekali tugas dan tanggung jawab yang harus diselesaikan, tetapi jika dilaksanakan dengan ikhlas, semuanya akan terasa ringan dan tentu saya berharap, Ibu-ibu pembina Posyandu dapat menjadi inspirasi  dan harapan masyarakat". Imbuhnya.
Menutup arahannya, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Bima ini berharap Posyandu dapat menjadi garda terdepan dalam memfasilitasi kebutuhan masyarakat.

"Posyandu adalah pintu terdekat pemerintah untuk mengetahui kebutuhan dan persoalan masyarakat  dan menghubungkannya dengan pelayanan dan intervensi pemerintah.

Posyandu berada di tengah masyarakat dan di sanalah kita dapat mengetahui kondisi warga,  mendata kebutuhan menerima aspirasi dan bersama pemerintah desa meneruskannya kepada perangkat daerah sesuai kewenangan masing-masing". Terang Ny. Murni.

Pada Rakor tersebut, Kepala DPMD Kabupaten Bima Drs. H. Masykur, MM dalam sambutannya menjelaskan, "seiring perubahan regulasi, kehadiran Posyandu enam pilar ini  memberi peran yang lebih maksimal kepada istri kepala desa dan istri camat selaku pembina Posyandu. Karena itu DPMD mendorong percepatan pembangunan Posyandu 6 standar SPM tersebut  di semua kecamatan dan desa.

Agar aspirasi dan harapan Posyandu ini  bisa diakomodir, maka melalui Musyawarah Desa (Musdes), DPMD mendorong agar ibu-ibu pengurus  Posyandu  dapat menyampaikan aspirasi pada forum tersebut.
Mengingat Posyandu terkait dengan pelayanan dasar,   Posyandu harus melakukan koordinasi instensif dengan dinas terkait baik Dinas Kesehatan, Dinas Sosial,  Bappeda, DP3AP2KB dan perangkat daerah lainnya". Harap Masykur . (Red).


Rabu, 05 Agustus 2026

DPRD Kota Bima Apresiasi Groundbreaking Kolam Retensi Penanganan Banjir

Kota Bima, Reportasebima.com.
Rabu, 5 Agustus 2026 — Anggota DPRD Kota Bima, Amir Syarifuddin, S.Hi., menghadiri kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking) Kolam Retensi Amahami yang dilanjutkan dengan peninjauan Kolam Retensi Dae Lakosa, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima, Sekda, Kepala Bappeda, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perkim, Kepala DLH, Camat Rasanae Barat, Lurah Dara dan Lurah Monggonao, serta unsur Forkopimda Kota Bima.

Amir Syarifuddin menyampaikan bahwa pembangunan kolam retensi merupakan langkah strategis dalam upaya mengatasi persoalan banjir yang selama ini menjadi salah satu tantangan Kota Bima. Ia berharap keberadaan kolam retensi tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi ruang terbuka hijau dan ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beraktivitas dan berekreasi.

“Kita berharap kolam retensi ini nantinya bukan hanya menjadi infrastruktur pengendalian banjir, tetapi juga menjadi ruang terbuka hijau dan ruang publik yang nyaman bagi masyarakat. Karena itu, ekosistem di sekitar kolam retensi juga harus dijaga dan ditata dengan baik,” ujar Amir.

Menurutnya, pembangunan kolam retensi harus ditempatkan sebagai bagian dari penanganan banjir secara menyeluruh, bukan berdiri sendiri. Penanganan di kawasan hilir perlu dibarengi dengan intervensi di wilayah hulu agar debit dan aliran air dapat dikendalikan sejak awal.

“Penanganan banjir tidak cukup hanya memperbaiki persoalan di hilir. Kita juga harus melihat keseluruhan sistemnya, mulai dari hulu sampai hilir. Karena itu, penanganan kawasan hulu menjadi harapan tersendiri. Konservasi, pengendalian aliran air, penghijauan dan penataan kawasan hulu harus menjadi bagian dari strategi besar penanganan banjir Kota Bima,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program pengendalian banjir membutuhkan sinergi lintas sektor dan kesinambungan program. Infrastruktur di hilir seperti kolam retensi, drainase dan normalisasi sungai harus berjalan seiring dengan upaya memperbaiki kondisi daerah tangkapan air di bagian hulu.

DPRD Kota Bima, lanjut Amir, akan terus mendukung program pemerintah daerah yang berorientasi pada penyelesaian persoalan banjir sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan ruang publik bagi masyarakat.

“Kita ingin pembangunan ini memberikan manfaat ganda. Banjir bisa dikendalikan, lingkungan menjadi lebih baik, dan masyarakat memiliki ruang publik yang sehat dan nyaman. Tetapi semua itu harus dijaga bersama, termasuk memastikan ekosistem di sekitar kolam retensi tetap terpelihara,” pungkasnya. **

Ad Placement

Movie

Musik

Profil tokoh