Walikota Lantik PNS dan Pejabat Fungsional Lingkup Pemkot Bima

Kota Bima, Reportasebima.com. Senin, (8/6/26) – Pemerintah Kota Bima menggelar Apel Gabungan yang dirangkaikan dengan Pengambilan Sumpah Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pejabat Fungsional di lingkup Pemerintah Kota Bima yang dilaksanakan di Halaman Kantor Wali Kota Bima. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Bima H. A. Rahman, SE dan diikuti oleh Sekretaris Daerah, seluruh Staf Ahli, para Asisten, Seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Bagian, Camat, Lurah, serta seluruh ASN dan Non-ASN lingkup Pemerintah Kota Bima.
Apel gabungan yang menjadi agenda rutin pemerintah daerah ini memiliki makna yang lebih istimewa karena dirangkaikan dengan prosesi pengambilan sumpah jabatan bagi 118 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 56 orang pejabat fungsional dan naik jenjang 12 orang. Prosesi tersebut merupakan bagian dari upaya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.
Dalam amanatnya, Wali Kota Bima menegaskan bahwa sumpah jabatan bukan hanya sekadar seremonial, melainkan bentuk komitmen moral dan tanggung jawab yang harus dipegang teguh oleh setiap aparatur negara dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. ASN dituntut untuk bekerja secara profesional, disiplin, jujur, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.
Wali Kota juga mengajak seluruh peserta apel agar memahami tantangan penyelenggaraan pemerintahan saat ini yang tidaklah ringan. Pemerintah daerah dituntut untuk bekerja lebih efektif untuk mencapai berbagai target pembangunan dan program prioritas nasional. Tetapi di sisi lain, ruang fiskal semakin terbatas. Oleh karena itu, daerah tidak bisa lagi hanya mengandalkan pola kerja biasa. Kita harus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dan menggali berbagai sumber pendanaan alternatif untuk mendukung pembangunan daerah.
Saat ini Pemerintah Pusat juga sedang membangun ekosistem kompetisi kinerja antardaerah yang semakin nyata. Berbagai indikator pembangunan dipantau dan dibandingkan secara terbuka, mulai dari pengendalian inflasi, penurunan kemiskinan, penanganan stunting, penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, kualitas pelayanan publik, hingga inovasi daerah.
Daerah-daerah yang mampu menunjukkan capaian terbaik tidak hanya memperoleh penghargaan, tetapi juga berpeluang mendapatkan insentif fiskal dan tambahan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Jelas Wali Kota.
Wali Kota juga menegaskan bahwa kita telah memasuki era baru Pemerintahan Daerah, yaitu era kompetisi. Jika dahulu ukuran keberhasilan hanya sebatas penyerapan anggaran dan pelaksanaan program, maka sekarang ukuran keberhasilan adalah hasil nyata yang dirasakan masyarakat. Kota Bima harus berani dan mampu bersaing dengan daerah lain dalam menghadirkan pelayanan terbaik dan capaian pembangunan terbaik. Sebab pada era kompetisi seperti sekarang, daerah yang menang bukanlah daerah yang memiliki sumber daya terbesar, tetapi daerah yang memiliki SDM paling kreatif.
Kepada seluruh ASN yang hari ini dilantik dan diambil sumpahnya agar kepercayaan yang diberikan harus dijawab dengan integritas, profesionalisme, disiplin, dan kinerja yang semakin baik. Sebagai aparatur pemerintah, kita dituntut untuk memberikan pelayanan publik yang cepat, mudah, dan berkualitas, menjaga integritas serta menjauhi segala bentuk penyalahgunaan wewenang, terus meningkatkan kompetensi dan kapasitas diri, menjadi teladan dalam kedisiplinan dan etika kerja. Serta mengedepankan inovasi dalam mendukung pembangunan daerah.
Khusus bagi pejabat fungsional, Wali Kota Bima berharap agar mampu menjadi tenaga profesional yang memberikan kontribusi nyata sesuai bidang keahlian masing-masing. Jabatan fungsional bukan hanya tentang jenjang karier, tetapi juga tentang kualitas pengabdian dan hasil kerja yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Wali Kota juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak ditentukan oleh satu orang atau satu instansi saja, melainkan oleh kerja sama, kolaborasi, dan komitmen seluruh ASN dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, efektif, dan melayani.
“Mari jadikan momentum ini sebagai awal untuk meningkatkan semangat pengabdian, memperkuat loyalitas kepada bangsa dan negara, serta memberikan yang terbaik bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.”